Selasa, 09 Februari 2010

Kebodohan Mimpi

Mimpi. Seperti yang kita kenal mimpi merupakan sesuatu yang kita rasakan saat kita sedang tertidur, tetapi mimpi yang saya kenal merupakan teman saya (baca: Khayal) dari kecil yang suka melakukan kebodohan.

Mimpi sebenarnya merupakan seorang yang tidak terlalu bodoh dan tidak terlalu pintar. Semasa kecilnya sampai dia bersekolah di sekolah dasar dia bisa di bilang orang yang cerdas karena dia bisa menangkap apa yang diajarkan oleh guru-gurunya dengan cepat. Tetapi, di saat memasuki sekolah menengah pertama dia mulai merubah mindset otaknya, itu semua karena dia berfikir, kenapa teman saya yang bodoh bisa mendapat nilai yang lebih baik dari saya, kenapa teman yang tidak pernah belajar dan memperhatikan guru bisa mendapat rangking saat pembagian raport. Ternyata setelah dia selidiki, teman yang bodoh, tidak pernah belajar dan atau tidak memperhatikan guru saat mengajar itu menyontek saat ujian berlangsung. Dia merasa usaha yang dilakukannya saat sekolah dasar itu sia-sia. Semasa bersekolah di sekolah menengah pertama, dia mulai bermalas-malasan. Tidak memperhatikan guru saat mengajar dan menyontek saat ujian. Di situ dia mulai mendapatkan rangking di sekolah. Dia dapat menyimpulkan, ternyata di sekolah itu kita harus memilih 2 pilihan, yaitu nilai yang bagus atau pelajaran yang dimengerti. Begitulah cerita singkat mengenai perubahannya.

Sekarang yang ingin saya beritahu yaitu Mimpi merupakan seorang yang terbilang bodoh. Kenapa bisa terbilang bodoh? Hal pertama tentu karena perubahannya yang dari anak rajin belajar menjadi anak yang pandai menyontek, kedua karena dia sering melakukan kesalahan dan mengulangi kesalahan yang sama. Semua orang memang pernah melakukan kesalahan, tetapi orang tersebut tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Lalu bagaimana jika ada orang yang melakukan kesalahan yang sama, dan bahkan sampai berkali-kali? Ini tentu akan menjadi sifat negatif yang sudah akut, dan harus diberantas dari muka bumi ini. Ada sebuah pernyataan yang mengatakan, keledai tidak pernah terjerumus kedalam lubang yang sama. Kalimat singkat yang penuh makna, salah satunya keledai saja tidak melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya. Bagaimana dengan teman saya yang satu ini, dia kerap kali melakukan kesalahan dan mengulanginya kembali, walaupun dia pernah berkata kepada saya bahwa itu merupakan ketidaksengajaan. Tetapi orang lain akan menganggap itu BODOH dan bahkan tidak memaafkan kesalahannya karena merasa dipermainkan.

Hingga saat ini, hanya saya yang percaya kalau perkataan dia itu benar. Dia sempat mengalami gangguan pada kepalanya. Kepalanya pernah terbentur benda keras hingga menyebabkan kepalanya bocor. Mungkin itu juga penyebab kenapa dia suka melakukan kesalahan yang sama. Saya sebenarnya tidak tahu apakah kejadian itu ada sangkut-pautnya atau tidak, tetapi hal yang saya percaya pada dia hanyalah satu yaitu dia selalu berkata apa adanya.