Jumat, 23 Juli 2010

Ketidaktanggungjawaban Mimpi

Mimpi merupakan seorang anak yang dibesarkan dengan selalu diajarkan tentang tanggung jawab. Dari masa kanak-kanak hingga remaja, mimpi selalu berusaha untuk dapat mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya.

Hingga pada suatu hari mimpi melakukan sebuah kesalahan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Bermula dari pertengkaran antara mimpi dengan kekasihnya. Setelah itu mimpi berfikir untuk mengajaknya ke taman bermain. Sang kekasih pun menyetujuinya. Sehabis bangun tidur mimpi langsung mandi dan mempersiapkan segala sesuatunya dan kemudian menjemput kekasihnya.

Dia menjemput kekasih hatinya yang dia yakini sebagai calon istrinya. Saat sampai di rumah sang kekasih, dia melihat kekasihnya yang baru saja terbangun dari tidurnya sedang duduk di ruang keluarga. Selain itu dia juga bertemu dengan ibu dari sang kekasihnya. Seperti yang saya ketahui, ibu dari kekasihnya itu memang terlihat kurang bersahabat tetapi menurut pandangan mimpi dibalik itu sang ibu memiliki rasa sayang terhadap anak-anaknya dan baik terhadap semua orang.

Saat duduk di ruang keluarga, mimpi di suguhi air mineral dingin oleh asisten rumah tangga sang ibu kekasihnya tersebut. Tidak lama kemudian ibu kekasihnya memberikan segelas susu kedelai hasil buatan sendiri. Mimpi meminumnya dengan ganas. Menurut mimpi, ini merupakan susu kedelai yang tingkat kemanisannya dan rasanya paling enak. Kemudian tidak lama dari memberikan susu itu, ibu kekasihnya tersebut pergi. Mimpi bertanya "mau kemana tante?". Ibu kekasihnya menjawab "mau ke grogol, Mim". Mimpi menanggapi "oh gitu, hati-hati dijalan tante". Setelah ibu kekasihnya tersebut pergi, keadaan rumah kosong karena asisten rumah tangga sang ibu juga ikut bersama ibu kekasihnya. Mimpi menonton TV sambil menunggu kekasihnya itu selesai mandi. Ditengah-tengah nonton mimpi terasa sangat ngantuk, sampai akhirnya dia tertidur. Kekasihnya sudah selesai mandi dan kemudian menemui mimpi tetapi mimpi masih tertidur dan terlihat pulas. Kekasihnya tersebut tidak tega untuk membangunkan mimpi dan menunggu mimpi bangun sendiri. Cukup lama mimpi tertidur dan akhirnya terbangun sudah serta langsung melihat sang kekasih yang rupawan itu menunggu dia tidur. Tidak lama setelah mimpi terbangun mereka langsung pergi ke suatu tempat.

Mereka pergi ke taman bermain untuk mengurangi penatnya kehidupan yang mereka alami. Setelah bermain cukup lama mereka langsung ingin pulang. Tetapi di tengah jalan mereka bertemu dengan temannya, dan temannya itu mengajak untuk bermain lagi. Akhirnya mimpi dan kekasihnya melanjutkan bermain-mainnya. Sepulangnya dari taman bermain itu saat sedang ingin mengantar kekasihnya pulang, mimpi di telepon oleh ibunya. Dengan nada marah-marah ibunya menanyakan posisi dia sekarang. Mimpi menjelaskan posisinya yang sedang di taman bermain dan akan segera pulang. Ibunya mimpi tambah marah karena seharusnya mimpi mengantarkan tantenya ke terminal untuk pergi. Percakapan antara mimpi dan ibunya via telepon itu terdengar oleh kekasihnya. Kekasihnya yang merasa tidak enak langsung berkata "aku turun di halte depan aja deh, kamu langsung pulang". Mimpi yang sedang bingung pun berkata "kok gitu, ya udah kamu turun di halte depan tapi aku tunggu sampe dapet bis". Kekasihnya berkata lagi "tidak usah ditunggu kamu langsung jalan saja, biar tidak telat". Mimpi melawan "tidak, aku menunggu kamu saja dahulu". Kekasihnya menantang "kalau kamu menunggu kita udahan saja". Mimpi pun luluh dan akhirnya menurunkan kekasihnya itu di halte kemudian langsung berangkat ke rumahnya. Saat perjalanan mimpi mencoba menghubungi kekasihnya tetapi tidak di angkat-angkat. Dia menelepon kerena baru berfikir bahwa dia dapat mengantar kekasihnya pulang setelah dia mengantar tantenya dan memulangkan ibunya. Kerena tidak diangkat-angkat, dia pun melanjutkan perjalanan untuk pulang dan mengantar tantenya untuk pergi ke terminal.

Ketika sudah dekat rumahnya, mimpi menelepon ibunya dan ingin meminta untuk segera cepat-cepat berangkat. Belum sempat meminta ibunya memberitahukan bahwa mereka sudah berangkat menggunakan taksi. Mimpi pun langsung berangkat ke terminal dengan tujuan untuk menjemput ibunya. Sesampainya di terminal, mimpi sudah bertemu ibunya dan kemudian mereka pun pulang ke rumah.

Ditengah perjalanan ternyata salah satu HP kekasihnya terbawa dan berdering. Sewaktu dilihat ternyata telepon itu dari ibu kekasihnya. Mimpi berfikir mungkin kekasihnya menelepon untuk memastikan bahwa HP-nya ada pada mimpi dan mimpi pun mengangkatnya. Setelah mengangkat dengan suara agak tinggi ibu kekasihnya bertanya "kamu dimana nak". Mimpi menjawab bahwa HP-nya bukan pada kekasihnya tetapi tertinggal padanya. Lalu ibu kekasihnya bertanya dimana anaknya. Mimpi menjawab bahwa anaknya pulang tidak bersamanya. Ibu kekasihnya pun langsung marah, beliau mengatakan bahwa di daerah rumah kekasihnya itu sedang hujan besar dan juga jika terjadi sesuatu pada anaknya maka mimpi harus bertanggung jawab. Mimpi pun minta maaf kemudian hubungan telepon pun terputus.

Mimpi yang bingung langsung mencoba menghubungi kekasihnya dan kali ini baru diangkat. Mimpi memberitahu kejadian telepon itu kemudian mimpi baru diberitahukan kekasihnya jika ibu kekasihnya menelepon sebaiknya jangan diangkat. Setelah itu telepon dari kekasihnya juga terputus. Mimpi menelepon lagi untuk menanyakan keberadaannya, tetapi hanya di jawab oleh kekasihnya bahwa dia sudah berada di daerah sekitar rumahnya dan kekasihnya pun memberitahu bahwa memang disitu hujan besar.

Mimpi pun bingung, kemudian ibu mimpi bertanya bahwa tadi dia sedang pergi dengan kekasihnya itu. Mimpi pun mengbenarkan pertanyaan ibunya. Ibunya pun mengaku mendengar percakapan telepon antara mimpi dengan ibu kekasihnya. Setelah itu ibu mimpi pun ikut memarah-marahi anaknya, dan mengatakan bahwa dia salah sebaiknya dia mengajak kekasihnya itu untuk ikut dan kemudian baru mengantarnya pulang. Mimpi menjelaskan bahwa sebelumnya dia juga berfikir seperti itu, tetapi ketika di telepon kekasihnya tidak di angkat-angkat.

Akhirnya mimpi pun menanyakan hal pada ibunya bagaimana jika ibu pulang dengan angkutan atau taksi (kebetulan di sekitar situ memang ada poll taksi) kemudian mimpi ke rumah kekasihnya untuk menjemput kekasihnya yang terjebak hujan dan meminta maaf pada ibu kekasihnya. Ibunya tidak keberatan, mimpi pun menepikan kendaraannya kemudian menelepon kekasihnya. Telepon mimpi di angkat dan mimpi menjelaskan bahwa dirinya ingin menjemput kekasihnya sekaligus meminta maaf kepada ibunya. Kekasih mimpi melarangnya dan mengancam akan mengakhiri hubungannya jika mimpi datang menjemputnya. Mimpi pun bingung setelah itu telepon mati dan kemudian mimpi pun terdiam. Ibu mimpi hanya dapat melihat anaknya yang dilanda kebingungan.

Mimpi kemudian menjalankan kendaraannya dan pulang dengan kebingungan dan rasa bersalah serta rasa ketidaktanggungjawabannya sebagai seorang pria.

Selasa, 09 Februari 2010

Kebodohan Mimpi

Mimpi. Seperti yang kita kenal mimpi merupakan sesuatu yang kita rasakan saat kita sedang tertidur, tetapi mimpi yang saya kenal merupakan teman saya (baca: Khayal) dari kecil yang suka melakukan kebodohan.

Mimpi sebenarnya merupakan seorang yang tidak terlalu bodoh dan tidak terlalu pintar. Semasa kecilnya sampai dia bersekolah di sekolah dasar dia bisa di bilang orang yang cerdas karena dia bisa menangkap apa yang diajarkan oleh guru-gurunya dengan cepat. Tetapi, di saat memasuki sekolah menengah pertama dia mulai merubah mindset otaknya, itu semua karena dia berfikir, kenapa teman saya yang bodoh bisa mendapat nilai yang lebih baik dari saya, kenapa teman yang tidak pernah belajar dan memperhatikan guru bisa mendapat rangking saat pembagian raport. Ternyata setelah dia selidiki, teman yang bodoh, tidak pernah belajar dan atau tidak memperhatikan guru saat mengajar itu menyontek saat ujian berlangsung. Dia merasa usaha yang dilakukannya saat sekolah dasar itu sia-sia. Semasa bersekolah di sekolah menengah pertama, dia mulai bermalas-malasan. Tidak memperhatikan guru saat mengajar dan menyontek saat ujian. Di situ dia mulai mendapatkan rangking di sekolah. Dia dapat menyimpulkan, ternyata di sekolah itu kita harus memilih 2 pilihan, yaitu nilai yang bagus atau pelajaran yang dimengerti. Begitulah cerita singkat mengenai perubahannya.

Sekarang yang ingin saya beritahu yaitu Mimpi merupakan seorang yang terbilang bodoh. Kenapa bisa terbilang bodoh? Hal pertama tentu karena perubahannya yang dari anak rajin belajar menjadi anak yang pandai menyontek, kedua karena dia sering melakukan kesalahan dan mengulangi kesalahan yang sama. Semua orang memang pernah melakukan kesalahan, tetapi orang tersebut tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Lalu bagaimana jika ada orang yang melakukan kesalahan yang sama, dan bahkan sampai berkali-kali? Ini tentu akan menjadi sifat negatif yang sudah akut, dan harus diberantas dari muka bumi ini. Ada sebuah pernyataan yang mengatakan, keledai tidak pernah terjerumus kedalam lubang yang sama. Kalimat singkat yang penuh makna, salah satunya keledai saja tidak melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya. Bagaimana dengan teman saya yang satu ini, dia kerap kali melakukan kesalahan dan mengulanginya kembali, walaupun dia pernah berkata kepada saya bahwa itu merupakan ketidaksengajaan. Tetapi orang lain akan menganggap itu BODOH dan bahkan tidak memaafkan kesalahannya karena merasa dipermainkan.

Hingga saat ini, hanya saya yang percaya kalau perkataan dia itu benar. Dia sempat mengalami gangguan pada kepalanya. Kepalanya pernah terbentur benda keras hingga menyebabkan kepalanya bocor. Mungkin itu juga penyebab kenapa dia suka melakukan kesalahan yang sama. Saya sebenarnya tidak tahu apakah kejadian itu ada sangkut-pautnya atau tidak, tetapi hal yang saya percaya pada dia hanyalah satu yaitu dia selalu berkata apa adanya.

Selasa, 26 Januari 2010

Khayalan Sesosok Perempuan

Bermula dari sebuah perkenalan yang berjalan begitu saja. Saya mengenal sosok perempuan itu. Dia merupakan sosok perempuan yang lucu, periang, cerdas tapi pemalas, dan juga banyak hal positif dalam dirinya.

Seperti yang tertuang pada lagu, cerita dan sejenisnya, mulanya saya biasa saja tetapi entah mengapa semakin lama saya mengenal dia semakin ada rasa sayang kepadanya. Akhirnya saya memutuskan untuk menyatakan rasa sayang saya kepadanya. Dan saya pun diterimanya, walaupun melalui tahap percobaan, tes atau apalah itu namanya.

Selama saya menjalin hubungan yang lebih khusus dengan dia saya merasakan hidup saya menjadi lebih berwarna. Hidup ini ternyata indah dengan hadirnya sesosok perempuan yang seperti saya mimpikan. Sosok perempuan yang akan membawa saya pada perubahan yang menjadi lebih baik. Hari-hari saya jalani dengannya dengan penuh suka cita.

Hingga tiba sebuah bencana, dimana saya dan perempuan ada sebuah ketidakcocokan. Hal itu seperti terlalu ingin dimengertinya perempuan itu, itu sebenarnya wajar, tetapi menurut saya itu sungguh terlalu karena setiap hari kita pasti bertemu walaupun kita jarang berbicara. Kalaupun kita berbicara jarang membahas masalah kita tetapi malah membahas masalah yang lain yang menurut saya itu kurang wajar, seperti pekerjaan, uang, masa depan (bukan masa depan kelanjutan hubungan kita) dan lain sejenisnya. Saya merasakan ini hanyalah sebuah status saja, dia pasti malu memiliki kekasih seperti saya. Dia selalu membandingkan saya dengan yang sebelumnya dan membandingkan saya dengan pasangan lain. Dia selalu menganggap saya kurang dan lain sebagainya.

Kalau menurut dia, saya itu orangnya bisa dibilang terlalu cuek. Selain itu saya juga tidak bisa membuat dia layaknya seperti pasangan pada umumnya. Saya juga telah dikira berbohong karena membatalkan acara makan malam yang saya janjikan. Sebenarnya saya bisa menjawab semua keluhan yang dia utarakan, tetapi saya hanyalah manusia biasa yang mempunyai kelemahan dan ego. Sungguh tidak baik jika saya terus mempertahankan ego saya. Lebih baik mengalah dan membuktikannya di hari dimana kita tidak bisa berbohong lagi.

Akhirnya hubungan kita tidak bisa dipertahankan, padahal saya masih ingin mempertahankan. Ego menjadi faktor utama disini, itu menurut saya.

Senin, 25 Januari 2010

Khayalan Perempuan

Pada saat saya baru masuk sebuah perguruan tinggi, target pertama saya adalah melakukan hal-hal baru. Mulai dari rambut panjang, baju bebas, sandal jepit, bahkan celana pendek. Tapi semua harapan saya sirna, karena saya masuk ke sebuah perguruan tinggi yang menjunjung tinggi kedisiplinan.

Semester pertama saya jalani dengan senang, karena tugas yang sedikit. Saya bisa merasakan kuliah seperti yang saya idam-idamkan, yaitu bisa bebas dari tugas. Tidak seperti waktu sekolah dulu, yang tiap hari selalu ada tugas dan harus bangun pagi agar bisa sampai sekolah pagi-pagi dan menyalin tugas dari teman-teman saya.

Di awal semester dua, saya mulai berbaur dengan teman satu angkatan saya. Walaupun tidak semuanya, hanya beberapa orang saja. Dan saya dikenalkan dengan seorang wanita yang bisa di bilang menarik. Dia berkerudung, rajin shalat, pintar, tidak sombong dengan kekayaan yang orang tuanya punya, dan masih banyak hal yang membuat laki-laki menjadi tertarik dengan dia.

Begitu kenal, dengan ekstrimnya dia mengaku nge-fans dengan saya. Dan akan membuat perkumpulan yang akan dia ketuain, Khayal Fans Club. Sontak saya bingung. Dengan nada bercandanya dia bilang dia ingin jadi orang pertama yang nge-fans dengan saya. Hari-hari berjalan, saya dengan dia menjadi dekat. Hingga pada suatu saat dia menyatakan cintanya pada saya. Saya jadi bingung apa yang harus saya lakukan. Apakah saya harus menerima cintanya atau menolak cintanya.

Ada hal yang membuat saya bingung, yaitu saya sebenarnya lebih mencintai teman dia dari pada dirinya. Dia saya anggap sebagai sahabat yang akan selalu ada di saat saya suka dan duka. Tapi dia terus berjuang untuk mendapatkan saya, tidak hanya sekali dia menyatakan cintanya kepada saya.

Dan tiba pada suatu hari, saya menyatakan rasa cinta saya kepadanya. Dan dengan sedikit bingung bercampur senang dia menerima cinta saya.

Hari pertama saya menjadi pacar perempuan itu, saya ingin kenal lebih dalam tentang dia. Maka dari itu saya bertanya dengan teman-teman saya yang notabene teman-teman perempuan itu juga tentang karakter perempuan tersebut. Saya pun terheran-heran, karena pandangan teman-teman saya itu negatif tentang dia. Dia seperti perempuan bermuka dua, di saat bersama saya dia menjadi malaikat dan saat bersama teman-temannya yang tidak sepemikiran dengannya dia berubah menjadi iblis.

Hari kedua, perempuan itu saya dan teman saya pancing dengan sebuah pertanyaan dan jawabannya berbeda antara jawabannya ke saya dan ke teman saya itu. Saya jadi tidak percaya lagi dengan dia. Dia bisa memainkan dua peran yang berbeda, bisa di bilang bermuka dua.

Hari ketiga saya bulatkan tekat saya untuk menyudahi hubungan yang terbilang singkat ini. Mulanya dia tidak terima, dan mengeluarkan dalih2 yang dimaksudkan untuk membuat saya mencabut omongannya. Dia sempat menawarkan beberapa opsi seperti "lebih baik kita putus dan tidak saling mengenal lagi" dan "kita instrokpeksi diri dulu terus kita lanjutkan hubungan ini". Karena saya merasa dipermainkan olehnya maka saya pilih opsi pertama yaitu "lebih baik kita putus dan tidak saling mengenal lagi".



Semenjak itu saya terus berpikir, beginilah perempuan. Lebih baik di khayal daripada dibawa ke dunia nyata.

Cerita Khayal

Khayal...
apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata khayalan?
ada yang berpikir pemalas, orang sukses atau yang lainnya

Tetapi saya bukan orang yang suka berkhayal, tidak sesuai nama saya khayal.

Hari ini merupakan hari pertama saya masuk kuliah. Di hari pertama ini saya dikejutkan dengan masuknya seorang dosen yang tiba-tiba dia memberikan kami tugas. Mungkin mahasiswa/i lain biasa saja dan terlihat mudah mengerjakan tugas itu, berbeda dengan saya yang tidak bisa sama sekali mengerjakan itu. Tugasnya adalah mengarang tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti. Sial, setalah di pikir-pikir untuk apa saya mengarang itu, masuk kuliah saja masih baru hari ini tetapi kenapa harus memikirkan apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah nanti.

Akhirnya dengan susah payah saya mengerjakan, dan hasilnya nihil. Hanya satu kalimat yang saya tulis, yaitu "Setelah saya lulus maka saya akan mendapatkan gelar Ahli Madya". Otak saya mulai berpikir, jika ini saya berikan ke dosen saya maka nama saya akan dikenal oleh dosen itu. Dan saya akan di "cecer" oleh terus menerus. Saya dengan sikap sok kenal langsung meminjam tulisan teman sebelah saya, dan menyalinnya. Saya tidak menyalin sama persis, sedikit dibedakan.

Setelah tugas itu di kumpulkan, maka mata kuliah itu juga ikut berakhir. Saya sangat senang karena pertemuan dengan dosen itu sudah berakhir.

Sabtu, 02 Januari 2010

menuju sebuah kesuksesan

Kenapa bisa menjadi sebuah kesuksesan?
Itu merupakan sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh manusia terutama manusia seperti penulis. Karena yang penulis kira, kesuksesan merupakan sebuah takdir yang akan dengan mudah dilalui dan sudah ada di garis tangannya masing-masing.

Tetapi ternyata kesuksesan itu terjadi karena adanya sebuah dorongan yang bertubi-tubi yang membuat kita menjadi kuat. Kesuksesan yang diraih dengan penuh perjuangan dan di mulai dari 0 (baca: nol) akan membuat kita menjadi seorang yang sukses dengan mendapatkan dukungan dari setiap orang bahkan dari seorang yang derajatnya paling bawah. Hal itu bisa terjadi karena, di dalam kesuksesan itu kita belajar mengerti semua orang-orang yang ada. Bukannya kita mengerti orang-orang yang membantu kita dalam mencapai kesuksesan saja tetapi juga orang-orang yang mendukung kita mencapai sebuah kesuksesan.
Penulis membedakan antara orang yang membantu dengan yang mendukung itu karena memang pada kodratnya sudah berbeda. Orang yang membantu itu merupakan orang yang benar-benar membantu secara langsung seseorang dalam mencapai sebuah kesuksesan dan dapat dilihat hasilnya, sedangkan orang yang mendukung itu orang yang membantu tapi tidak secara langsung seperti orang yang mendoakannya, orang kecil yang tidak begitu terlihat kerjanya (padahal jika tidak ada dia kesuksesan kita tidak akan sempurna).

Kesuksesan juga bisa di dapat dari langkah seseorang yang penuh dengan lika-liku, seperti dia yang dilanda badai secara terus menerus (tidak kenal berhenti). Penulis yakin orang yang seperti itu akan memperoleh kesuksesan dengan sempurna.

Terakhir, arti kesuksesan yang sempurna menurut penulis adalah sebuah kesuksesan yang tidak melupakan saat-saat orang tersebut sedang berada dalam ketidaksuksesan. Karena jika orang tersebut bisa mengingat itu, orang tersebut tidak akan melupakan jasa orang-orang yang sudah membuatnya sukses (baik itu yang membantu dan yang mendukung) dan akan meraih kesuksesan yang abadi.
Maka dari itu, penulis pernah membaca sebuah kalimat yang kurang lebih maksud dari kalimat tersebut adalah seperti ini, "seorang kakek yang sukses akan meneruskan kesuksesannya pada anaknya dan anak kakek tersebut akan meneruskan kesuksesannya pada cucu kakek tersebut, tetapi cucu kakek tersebut akan menghancurkan kesuksesan kakeknya sendiri". Hal ini terjadi karena sang cucu tidak tahu orang-orang yang membantu apalagi orang-orang yang mendukung kesuksesan kakeknya.

Untuk itulah, jangan berbangga hati atas kesuksesan yang telah di capai secara instant tetapi berbangga hatilah atas kesuksesan yang dicapai secara sempurna.

pasca sebuah Expo

Pertama penulis meminta maaf karena baru sekarang ini bisa membuat review tentang hal-hal yang terjadi pasca sebuah Expo yang di alami penulis.

Hal pertama yang penulis dapatkan dari acara tersebut adalah terlihatnya karakter semua orang yang selama ini hanyalah palsu belaka. Dia yang selama ini care dengan semuanya tiba-tiba saja menjadi pembunuh berdarah dingin yang akan membantai sekelompok minoritas. Dia bisa berubah mungkin karena beberapa hal yaitu bisa karena keinginan sendiri, bisa karena dia menjadi seorang kacung cinta, bisa juga dia ingin menjadi pahlawan di pandangan kaum mayoritas dan masih banyak kemungkinana yang lainnya.

Ternyata ego dan sifat asli seseorang bisa diketahui jika seseorang ditekan itu adalah BENAR, bukan saat orang itu selalu bersama. Jika orang itu hanya bersama-sama dengan kita, dia masih bisa menutup sifat aslinya tetepi jika seseorang tersebut diberikan sebuah tekanan yang berat maka ego dan sifat akan keluar dengan sendirinya. Begitulah yang penulis tangkap dari perkataan seorang yang dipandang sebelah mata tetapi memiliki kelebihan yang tidak diperkirakan oleh orang lain.

Dan pada akhirnya yang benar akan sukses dan yang licik akan mengalami kerugian.