Sabtu, 02 Agustus 2014

Kegalauan Angan Akan Perempuan (1)

Angan dan perempuan, memang merupakan 2 hal yang sulit bersatu. Angan bisa dibilang seorang yang cuek terhadap perempuan, sama seperti Khayal. Tetapi namanya manusia pasti ada perbedaan. Perbedaan yang mencolok antara Angan dan Khayal adalah tentang hubungan dengan seorang perempuan. Khayal yang terkenal gampang menaklukkan hati perempuan walaupun setelah itu disakiti oleh perempuan tersebut (sebut saja karma), sedangkan Angan terkenal susah menaklukkan hati satu orang pun hawa. Angan terbilang susah menaklukkan hati perempuan karena dia yang cuek dan memang tidak mengerti caranya.

Sejarah perempuan pertama yang saya tahu adalah ketika dia diberitahu oleh temannya, bahwa ada sesosok perempuan yang cantik, baik dan pintar. Naluri lelakinya semakin menjadi-jadi setelah dia melihat sosoknya lewat foto yang diberitahu oleh temannya tersebut. Berawal dari sebuah chatting terkenal pada sebuah smartphone di zamannya, Angan pun mulai ber-chit-chat ria dengan perempuan tersebut. Hingga akhirnya pada suatu waktu dia mengajaknya bertemu sekaligus menonton di bioskop. Perempuan tersebut pun menyetujuinya. Alangkah senangnya Angan mendengar berita tersebut.

Keesokan harinya angan pun meminta nomor handphone perempuan tersebut, dengan dalih untuk meminta petunjuk ke rumahnya. Sungguh cara klasik yang masih layak dipakai, saya bilang layak dipakai karena seorang Angan saja bisa melakukannya. Okey, kita lanjut lagi ceritanya. Setelah memasuki komplek perumahan sang perempuan, Angan pun menelpon perempuan tersebut. Dia sungguh terkagum-kagum dengan suara sang perempuan yang menurutnya adalah sebuah suara yang bisa menyejukkan hati. Sungguh lembut suaranya bagaikan bola-bola kapas. Lalu Angan pun meminta di pandu untuk ke rumah sang perempuan. Sekitar 10 menit Angan pun akhirnya menemukan rumah sang perempuan.

Selepas turun dari mobilnya, Angan pun mengetuk pintu pagar rumah tersebut. Kemudian terlihatlah sesosok perempuan berparas menawan, dan perempuan itu pun bertanya,"Angan ya?". Angan terpesona sekali dengan perempuan tersebut dan hanya bisa mengangguk saja, tidak bisa mengeluarkan kata-kata. "Ayo masuk dulu Ang" Ajak perempuan tersebut sambil membukakan pintu pagar rumahnya. Angan pun masuk dengan terus melihat sang perempuan. Belum pernah dia melihat perempuan semenawan itu. Sesampainya di ruang tamu, Angan pun bertemu dengan ibu sang perempuan. Sambil menunggu sang perempuan mempersiapkan dirinya, Angan pun memulai pembicaraan dengan ibu sang perempuan. Selang beberapa waktu, sang perempuan pun sudah siap. Angan berpamitan dengan ibu sang perempuan tersebut untuk mengajak anak gadisnya itu menonton di bioskop.

Sepanjang perjalanan dari rumah sang perempuan menuju bioskop Angan hanya berdiam diri. Sang perempuan yang terus memulai pembicaraan dan Angan hanya bisa menjawab sebisanya. Angan sesekali mencuri-curi pandangannya ke wajah sang perempuan tersebut. Perbincangan di dalam mobil tidak banyak, ya karena itu tadi, Angan terlalu terpesona dengan sang perempuan. Kemudian tiba sudah di bioskop, Angan pun mengajak sang perempuan untuk memilih tempat duduk di bioskop karena dia juga ingin mengetahui tempat favorit menonton sang perempuan. Ternyata dia perempuan baik-baik, bisa dilihat dari dia memilih tempat menonton yang nyaman. Tidak memilih di pojok, karena menurut Angan (saya juga sependapat dengan dia) orang yang memilih di pojok ada 2 hal, yaitu kehabisan tempat duduk di tengah atau ingin mesum. Karena memang nonton di pojok atau di barisan depan itu sebuah hal yang merugikan, kecuali tempat duduk di tengah sudah penuh terisi. Sepanjang menonton sang perempuan serius menonton, Angan pun menyukainya karena Angan juga tipikal orang yang kalau menonton di bioskop memang untuk menonton tidak untuk hal lain, kamu pasti taulah ya maksudnya.

Selesai menonton film, Angan mengajaknya untuk mencari makan dulu atau sekedar mencari makanan ringan untuk mengganjal perut tetapi sang perempuan tidak lapar. Dia menawarkan kalau Angan lapar dia temani makan tapi dia tidak mau makan. Akhirnya mereka pun tidak ada juntrunganya lagi dan kembali pulang selesai menonton. Dalam perjalanan pulang Angan ditanya,"Kamu kok pendiem ya, tapi kalau chatting kenapa berisik sih". Angan menjawab,"ga apa-apa kok, hehehe". Seperti sewaktu berangkat ke bioskop, perjalanan menuju rumah sang perempuan pun diwarnai dengan pembicaraan yang tidak banyak. Sesampainya di rumah sang perempuan Angan berterima kasih kepada sang perempuan karena sudah mau diajak menonton sekaligus Angan berpamitan dengan ibu sang perempuan.

Minggu, 20 Juli 2014

Stand Contractor...Case 3

Pada case ketiga ini, hanya akan berbagi tentang pemasangan saya untuk event Rakernas Asperapi. Tidak banyak dan terhitung mudah. Hanya sebuah booth sponsor ukuran 300x300 serta sebuah podium. Acaranya bertempat di Ruang Nuri, Jakarta Convention Center.

Pada pemasangan ini saya diberikan tim yang bagus dan terhitung tukang semua, tanpa helper. Saya sangat bersyukur karena akan cepat selesai pastinya. Setibanya di pintu loading hall B, saya berjalan menuju lower lobby JCC. Satu hal yang saya belum tahu, booth ini menghadap mana? Letaknya dimana?. Alhasil saya langsung menghubungi PIC yang bertugas akan acara ini. Setelah diberi penjelasan via telepon saya langsung mengarahkan tim agar segera mengerjakannya sesuai dengan pemberitahuan PIC tersebut. Setelah selesai pasang, PIC tersebut menelpon kembali dan minta difotokan untuk posisi dan arah booth-nya. Kami pun bertukar pin blackberry, dan kemudian saya mengirim foto booth tersebut. Dan ternyata benar. Saya senang karena tidak ada masalah disitu. Tetapi tiba-tiba salah seorang dari tim sistem berkata,"Pak ini kok stikernya rusak ya". Mati saya, baru senang tidak ada masalah tetapi masih ada saja masalahnya. Saya pun langsung menghubungi manager grafik dan meminta untuk mencetak kembali stiker yang sudah terpasang di partisi tersebut, setelah sebelumnya saya diomeli karena tidak hati-hati dalam membawanya kesana.

Stiker pengganti pun datang pada siang hari (beberapa saat sebelum acara dimulai, acara dimulai sore hari). Saya langsung menghubungi tim grafik yang sedang berada di JCC untuk meminta dipasangkan. Beruntungnya semua tim grafik sedang di JCC kala itu karena kami juga sedang mengerjakan official sebuah pameran.Stiker terpasang, dan semua pun selesai. Sebelumnya saya menitipkan kepada kontraktor yang mengerjakan panggung dan backdrop untuk menaruh podium yang saya bawa, dan mereka menyanggupinya.

Malam harinya kami kembali ke JCC untuk melakukan pembongkaran booth tersebut dan mengambil podiumnya. Sederhana bukan, terhitung mudah pekerjaannya.

Stand Contractor...Case 4

Beberapa saat setelah pemasangan di event Rakernas Asperapi, saya mendapatkan project kembali. Project tersebut bisa dibilang berurutan pemasangannya, yaitu event Future Transport dan Future Finance yang diselenggarakan di Hotel Grand Hyatt. Untuk Future Transport saya bisa dibilang mengerjakan official kecil, hanya 10 booth. Walaupun begitu tetap terhitungnya itu adalah official kan.

Malam pertama setibanya di Grand Hyatt saya langsung menemui kliennya. Ternyata klien mengajak saya untuk marking dahulu, sambil menunggu barang-barang dilangsir dari loading dock menuju tempat pemasangan. Setelah marking selesai, mereka memberitahu booth-booth mana saja yang akan saya bangun, sedangkan sisanya adalah special design yang dibangun orang lain.

Barang sudah tiba semua, pemasangan standard booth, pemasangan backdrop-backdrop acara pun dilakukan. Terbilang cepat pengerjaan semuanya. Tetapi kami mendapatkan masalah, ternyata booth sponsor acara tersebut tidak mau di pinggir, dia ingin di tengah. Sedangkan di tengah sudah kita bangun standard booth. Sang EO pun kalah dan akhirnya meminta kita memindahkan booth-nya. Tetapi yang membuat stres adalah ukuran standard booth yang kami bangun adalah 300x300 sedangkan booth sponsor itu adalah 300x600. Yup, akhirnya saya menyarankan untuk mengalahkan gangway-nya dan mereka pun menyetujuinya. Setelah selesai semua kami pun kembali ke kantor.

Dan keesokan paginya saya hanya mengirimkan 1 orang listrik untuk stand by. Pukul 22.00 kami pun berangkat dari kantor ke Grand Hyatt untuk melakukan pemasangan 1 booth di Hotel Grand Hyatt untuk acara Future Finance. Hanya booth ukuran 300x300 saja, tidak besar. Pukul 21.00 event Future Transport sudah selesai dan 1 orang tim listrik yang stand by menghubungi saya, lalu saya suruh untuk mulai membongkar semua elektrikal yang ada. Tiba disana listrik sudah terbongkar semua. Saya pun membagi 2 tim, 1 tim untuk bongkaran dan 1 tim untuk pemasangan booth 300x300. Untuk pemasangan booth itu kami melakukan marking terlebih dahulu, karena menurut EO booth tersebut akan terlalu lama jika menunggu penyelenggara event itu yang marking. Selesai marking, tim kami pun memasangnya dan tidak butuh waktu lama selesai sudah booth tersebut. Tetapi ada masalah, yaitu counter yang sudah dibikin ternyata harus mampu menahan beban 500 kg dan listrik 4000 w. Beruntung saya habis bongkaran, saya meminta agar tufur yang kemarin digunakan agar dipasang kembali, dan memotong tulangan-tulangan backdrop yang. Tufur sudah terpasang beserta MCB 32Amp/3ph yang pada event sebelumnya dibawa untuk memecah. Counter yang semula retak karena tidak kuat menahan beban benda tersebut, akhirnya kuat karena didalamnya itu diberikan tulangan-tulangan lagi (hasil kanibal dari backdrop yang event sebelumnya). Pekerjaan kami pun selesai dan besok malamnya kami melakukan bongkaran tanpa ada masalah. Memang sebuah perubahan gila yang beruntung, karena bisa menggunakan barang-barang dari event sebelumnya.

Ukuran Beam Section Sistem R8 Part II


Beam Section Curve
Uk. Sudut (cm) Uk. Beam Lengkung (cm) Uk. Partisi (cm)
50x50 75 75
66x66 107 107
100 153 153



Beam Section Corner
Uk. Sudut (cm) Uk. Beam Corner (cm) Uk. Partisi (cm)
21x21 31 32.4
31x31 50 46.9
50x50 66 67.4
66x66 95 96.4
100x100 136 137
150x150 206 207
200x200 276 277

Ukuran Beam Section Sistem R8 Part I


Beam Section
Uk. Standar (cm) Uk. Beam (cm) Uk. Partisi (cm)
500 491 492
450 441.5 442.5
400 392 393
350 342.5 343.5
300 293 294
276 276 277
250 243.5 244.5
200 194 195
150 144.5 145.5
136 136 137
100 95 96.4
66 66 67.4
50 45.5 46.9
31 31 32.4
21 21 22.4
16.5 16.5 17.9

Ukuran Upright Post Sistem R8


Upright Post
Uk. Standar (cm) Uk. Post (cm) Uk. Partisi (cm)
500 496 236+236
450 448 236+195
400 398 236+145
350 348 236+95
300 298 236+45
250 248 236
200 200 188
150 150 138
100 100 88
75 75 63
50 50 38
30 30 18
7 7 - 

Selasa, 15 Juli 2014

Stand Contractor...Case 2

Jakarta Fair 2013 telah opening. Saya kembali diberikan tugas. Itu diluar tugas saya memasang backdrop-backdrop. Sebelum melanjutkan apa tugas yang diberikan kepada saya, saya ingin memberikan sebuah kalimat yang terlontar dari mulut rekan saya. Dia berkata,"Lo tuh salah tempat duduk, gue pernah duduk disitu dan memang sering dikasih kerjaan apalagi yang dadakan. Jadi lo sabar-sabar aja ya". Thanks dude for your information, I will die.

Berlanjut kembali ke jalurnya. Saya diberikan tugas untuk memasang di event RUPS  (Rapat Umum Pemegang Saham) Intiland 2013 di Intiland Tower. Sebelum pemasangan saya sempat survey tempat bersama Pak Nardi (seorang subkon Kayu terbaik yang menjadi langganan kantor saya). Selain itu saya juga sempat bertemu dengan pihak Intiland bersama seorang Project Executive (lebih dikenal dengan nama marketing). PE tersebut ternyata adalah teman saya kuliah, walaupun kami tidak begitu akrab di kampus tetapi di dunia kerja ini saya mencoba mengakrabkan diri. Singkat cerita project ini di jalani dengan seorang PC (Project Coordinator) yang masih bau kencur berduet PE yang masih baru. Sebuah duet yang sangat salah menurut saya, karena tidak ada yang bisa mengajarkan disitu. Lucu memang tetapi itu membuat saya stres.


Disaat produksi berjalan, manager grafik meminta ukuran-ukuran panel-panel yang terproduksi agar tidak terjadi kesalahan di lapangan. Saya meminta Pak Nardi untuk mengeset panel-panel tersebut di workshop. Andre (selaku tim grafik yang ditunjuk untuk mengerjakan project ini) dan saya mengukur pastinya panel-panel tersebut.

Malam pemasangan pun tiba. Saya tiba di Intiland Tower bersama tim kayu (dari subkon Pak Nardi), tim cat (harian kantor saya), tim listrik (harian kantor saya juga) dan tim akrilik (harian kantor saya juga). Setelah tiba saya langsung menuju security office untuk lapor perihal pemasangan di lobby gedung tersebut. Dan yang terjadi adalah larangan. Yes, saya yang masih bau kencur sudah dibuat stres pada project ini. Saya langsung menelpon manager saya dan memberitahukan masalah yang terjadi. Kemudian saya menelpon PE saya. Saya tidak bisa melakukan pemasangan karena dari pihak gedung memberitahu bahwa akan ada acara sebelumnya. Ternyata ada missed communication dari pihak internal, saya lega tetapi tetap stres karena merasa rugi waktu. Setelah negosiasi akhirnya saya bisa memasang di bagian lobby saja (seharusnya saya memasang di lobby dan sebuah ruangan di gedung tersebut). Jam terus berjalan dan akhirnya pun konstruksi jadi pada malam itu. Konstruksi kayu, listrik dan akrilik telah terpasang sempurna dan diperindah dengan cat yang menutup semua lapisan.

Beberapa hari kemudian PE saya memberitahu bahwa counter harus diantar malam ini. Damn, kenapa harus dadakan seperti ini. Akhirnya saya langsung memberitahu pihak produksi untuk meminta SDM. Pada malamnya pun saya bersama tim kayu mengantarkan counter yang akan digunakan.

Beberapa hari kemudian PE saya kembali memberitahukan lagi bahwa dari pihak Intiland ingin melihat semua stiker terpasang. Saya langsung berkoordinasi dengan pihak grafik untuk meminta SDM dan materi agar malam harinya sudah siap pasang. Malam itu pun saya bersama tim grafik mulai memasangnya.

Beberapa hari kemudian PE saya kembali memberitahukan lagi untuk melakukan pengesetan pada ruangan yang akan digunakan RUPS tersebut. Saya, tim kayu (subkon Pak Nardi), tim cat (harian kantor saya), tim listrik (harian kantor saya juga) dan tim akrilik (harian kantor saya juga) mulai bekerja kembali pada malam itu. Dan malam itu pun selesai semua, setelah ditambah tim grafik yang juga datang.

Selang 1 hari dari pemasangan saya diberi kabar untuk membongkarnya, dan ternyata yang dibongkar hanya yang diruangan saja. Saya siapkan tim untuk yang membongkarnya. Dan malam itu pun saya melakukan pembongkaran backdrop, panggung dan counter yang terdapat di ruangan tersebut.

Selang beberapa hari, PE saya mengabari bahwa counter juga minta di take out. Setelah saya meminta SDM dari divisi produksi, ternyata subkon kayu saya tidak bisa dan digantikan oleh tim kayu harian kantor saya.

Selang minggu, atau sekitar satu bulan dari tanggal pengesetan, PE saya mengabari bahwa semua yang ada di Intiland Tower minta di bongkar. Semua itu bukan berarti semua ya, tetapi semua pekerjaan yang kantor saya kerjakan. Tim subkon Pak Nardi berhalangan dan digantikan kembali oleh tim kayu harian kantor saya untuk membongkarnya. Malam itu pun selesai bongkar semuanya.

Ini merupakan project pertama yang saya lakukan, mulai dari briefing ke produksi sampai eksekusi di lapangan. Dan ini merupakan project yang panjang, mengingat terjadi 4 kali move in dan 3 kali dismantling. Sungguh hebat service yang diberikan kantor saya tersebut sehingga bisa berulang kali seperti itu.

Stand Contractor...Case 1

3 Juni 2013. Merupakan hari pertama saya memasuki pekerjaan baru. Pekerjaan yang terhitung jauh dari apa yang telah saya pelajari di bangku perguruan tinggi. Interior Design, Arsitektur, Sipil; merekalah yang sekarang dekat dengan saya, walaupun masih berhubungan dengan dunia MICE (Meeting Incentive Convention Exhibition) yaitu sebagai stand contractor (supporting industry-nya dalam dunia MICE). Semua ini bagaikan sebuah impian yang akhirnya tercapai.

Langsung pada pembahasan awal saja, project pertama yang saya dapat adalah pada event Jakarta Fair 2013 itu dikarenakan pada saat hari pertama saya memasuki kantor tersebut sedang move in Jakarta Fair 2013. Saya mendapatkan tugas untuk memasang Gudang Telkomsel yang letaknya di Ruang A25 Pasar Gambir, walaupun hanya tinggal jalan saja tetapi saya senang sekali. Disitu saya bertemu dengan sub-kontraktor (subkon) bernama Toto. Dia ternyata adalah mantan pekerja harian divisi sistem di kantor saya ini. Bersama dia saya diajarkan menggunakan milimeter blok. Lucu memang, di kala yang lain sudah familiar dengan itu tetapi saya malah merasa "wah" dengan itu. Dalam hati saya berkata, "Cita-cita saya menjadi arsitektur, walaupun itu hanya arsitek-arsitekan, telah tercapai". Dan mas Toto pun mulai menggambarkan pola gudang yang akan dia bangun. Selesai menggambar lalu saya tunjukkan kepada klien, dan dia setuju. Mulai lah mas Toto membangun gudang itu. Masalah yang terdapat pada pekerjaan tersebut adalah kurangnya beam (beam section) ukuran 31cm sebanyak 2 batang serta partisinya yang berukuran 236x32.4 sebanyak 1 lembar. Saya pun akhirnya order ke workshop akan kekurangannya. Waktu terus berjalan saya masih setia menunggu kiriman datang, hingga pada saatnya pesanan saya pun datang dan segera dipasang oleh mas Toto. Selesai pekerjaannya membangun gudang itu, mas Toto pun pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.

Tiba-tiba saya diberi pekerjaan mendadak lagi. Ternyata ada stand improve di Hall B, yaitu stand PD Pasar Jaya. Stand dengan tambahan panel kayu, credenza serta showcase dari sistem R8, stiker dan TV (awalnya menggunakan breket dinding) saja. Setelah briefing dan diberi arahan oleh pak Bagio (spv produksi kayu dan besi di kantor saya), saya pun di bekali cantolan yang katanya untuk dipasang di panel kayu yang akan dipasang nanti. Hari esoknya stand pun mulai dikerjakan, credenza mulai dikerjakan oleh tim sistem kantor saya yang diketuai oleh pak Sriyanto serta listrik oleh pak topo. Selesai credenza mulai pemasangan panel kayu dan selanjutnya stiker-stiker. Dan disini pun terdapat masalah, TV yang seharusnya menggunakan breket dinding ternyata tidak bisa dipasang dikarenakan hanya menggunakan triplek 4mm ditambah pembuatan partisinya sembarangan (jarak tembak pakunya terlalu jarang) sehingga terlalu resiko untuk dipasang. Setelah bernegosiasi akhirnya diputuskan untuk menggunakan standing TV dan standingnya di bungkus kain hitam.

Bersyukur sudah saya ketika semua pekerjaan yang diberikan kepada saya telah berjalan dengan baik. Tetapi dibalik itu ternyata saya terpaksa pulang pergi ke kantor terbilang sadis. Mengapa sadis, karena saya pernah pulang jam 04.00 dan harus tiba di kantor sebelum jam 08.30, begitu yang saya alami mulai dari hari kedua kerja sampai opening Jakarta Fair 2013. Dikala itu saya masih menggunakan mobil, untuk menghidari macet saya berangkat jam 06.00 kurang. Lucunya disitu saya sudah merasa susah payah, tetapi ternyata kedepannya saya lebih gila.

Memang tidak jelas tulisan ini, karena hanya untuk saya saja yang mengerti. Terima kasih.

see you soon...at another time

Khayal, Angan, Mimpi Mereka berhenti sejenak menjalani kehidupan. Sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Terima kasih.