Bermula dari sebuah perkenalan yang berjalan begitu saja. Saya mengenal sosok perempuan itu. Dia merupakan sosok perempuan yang lucu, periang, cerdas tapi pemalas, dan juga banyak hal positif dalam dirinya.
Seperti yang tertuang pada lagu, cerita dan sejenisnya, mulanya saya biasa saja tetapi entah mengapa semakin lama saya mengenal dia semakin ada rasa sayang kepadanya. Akhirnya saya memutuskan untuk menyatakan rasa sayang saya kepadanya. Dan saya pun diterimanya, walaupun melalui tahap percobaan, tes atau apalah itu namanya.
Selama saya menjalin hubungan yang lebih khusus dengan dia saya merasakan hidup saya menjadi lebih berwarna. Hidup ini ternyata indah dengan hadirnya sesosok perempuan yang seperti saya mimpikan. Sosok perempuan yang akan membawa saya pada perubahan yang menjadi lebih baik. Hari-hari saya jalani dengannya dengan penuh suka cita.
Hingga tiba sebuah bencana, dimana saya dan perempuan ada sebuah ketidakcocokan. Hal itu seperti terlalu ingin dimengertinya perempuan itu, itu sebenarnya wajar, tetapi menurut saya itu sungguh terlalu karena setiap hari kita pasti bertemu walaupun kita jarang berbicara. Kalaupun kita berbicara jarang membahas masalah kita tetapi malah membahas masalah yang lain yang menurut saya itu kurang wajar, seperti pekerjaan, uang, masa depan (bukan masa depan kelanjutan hubungan kita) dan lain sejenisnya. Saya merasakan ini hanyalah sebuah status saja, dia pasti malu memiliki kekasih seperti saya. Dia selalu membandingkan saya dengan yang sebelumnya dan membandingkan saya dengan pasangan lain. Dia selalu menganggap saya kurang dan lain sebagainya.
Kalau menurut dia, saya itu orangnya bisa dibilang terlalu cuek. Selain itu saya juga tidak bisa membuat dia layaknya seperti pasangan pada umumnya. Saya juga telah dikira berbohong karena membatalkan acara makan malam yang saya janjikan. Sebenarnya saya bisa menjawab semua keluhan yang dia utarakan, tetapi saya hanyalah manusia biasa yang mempunyai kelemahan dan ego. Sungguh tidak baik jika saya terus mempertahankan ego saya. Lebih baik mengalah dan membuktikannya di hari dimana kita tidak bisa berbohong lagi.
Akhirnya hubungan kita tidak bisa dipertahankan, padahal saya masih ingin mempertahankan. Ego menjadi faktor utama disini, itu menurut saya.
Selasa, 26 Januari 2010
Senin, 25 Januari 2010
Khayalan Perempuan
Pada saat saya baru masuk sebuah perguruan tinggi, target pertama saya adalah melakukan hal-hal baru. Mulai dari rambut panjang, baju bebas, sandal jepit, bahkan celana pendek. Tapi semua harapan saya sirna, karena saya masuk ke sebuah perguruan tinggi yang menjunjung tinggi kedisiplinan.
Semester pertama saya jalani dengan senang, karena tugas yang sedikit. Saya bisa merasakan kuliah seperti yang saya idam-idamkan, yaitu bisa bebas dari tugas. Tidak seperti waktu sekolah dulu, yang tiap hari selalu ada tugas dan harus bangun pagi agar bisa sampai sekolah pagi-pagi dan menyalin tugas dari teman-teman saya.
Di awal semester dua, saya mulai berbaur dengan teman satu angkatan saya. Walaupun tidak semuanya, hanya beberapa orang saja. Dan saya dikenalkan dengan seorang wanita yang bisa di bilang menarik. Dia berkerudung, rajin shalat, pintar, tidak sombong dengan kekayaan yang orang tuanya punya, dan masih banyak hal yang membuat laki-laki menjadi tertarik dengan dia.
Begitu kenal, dengan ekstrimnya dia mengaku nge-fans dengan saya. Dan akan membuat perkumpulan yang akan dia ketuain, Khayal Fans Club. Sontak saya bingung. Dengan nada bercandanya dia bilang dia ingin jadi orang pertama yang nge-fans dengan saya. Hari-hari berjalan, saya dengan dia menjadi dekat. Hingga pada suatu saat dia menyatakan cintanya pada saya. Saya jadi bingung apa yang harus saya lakukan. Apakah saya harus menerima cintanya atau menolak cintanya.
Ada hal yang membuat saya bingung, yaitu saya sebenarnya lebih mencintai teman dia dari pada dirinya. Dia saya anggap sebagai sahabat yang akan selalu ada di saat saya suka dan duka. Tapi dia terus berjuang untuk mendapatkan saya, tidak hanya sekali dia menyatakan cintanya kepada saya.
Dan tiba pada suatu hari, saya menyatakan rasa cinta saya kepadanya. Dan dengan sedikit bingung bercampur senang dia menerima cinta saya.
Hari pertama saya menjadi pacar perempuan itu, saya ingin kenal lebih dalam tentang dia. Maka dari itu saya bertanya dengan teman-teman saya yang notabene teman-teman perempuan itu juga tentang karakter perempuan tersebut. Saya pun terheran-heran, karena pandangan teman-teman saya itu negatif tentang dia. Dia seperti perempuan bermuka dua, di saat bersama saya dia menjadi malaikat dan saat bersama teman-temannya yang tidak sepemikiran dengannya dia berubah menjadi iblis.
Hari kedua, perempuan itu saya dan teman saya pancing dengan sebuah pertanyaan dan jawabannya berbeda antara jawabannya ke saya dan ke teman saya itu. Saya jadi tidak percaya lagi dengan dia. Dia bisa memainkan dua peran yang berbeda, bisa di bilang bermuka dua.
Hari ketiga saya bulatkan tekat saya untuk menyudahi hubungan yang terbilang singkat ini. Mulanya dia tidak terima, dan mengeluarkan dalih2 yang dimaksudkan untuk membuat saya mencabut omongannya. Dia sempat menawarkan beberapa opsi seperti "lebih baik kita putus dan tidak saling mengenal lagi" dan "kita instrokpeksi diri dulu terus kita lanjutkan hubungan ini". Karena saya merasa dipermainkan olehnya maka saya pilih opsi pertama yaitu "lebih baik kita putus dan tidak saling mengenal lagi".
Semenjak itu saya terus berpikir, beginilah perempuan. Lebih baik di khayal daripada dibawa ke dunia nyata.
Semester pertama saya jalani dengan senang, karena tugas yang sedikit. Saya bisa merasakan kuliah seperti yang saya idam-idamkan, yaitu bisa bebas dari tugas. Tidak seperti waktu sekolah dulu, yang tiap hari selalu ada tugas dan harus bangun pagi agar bisa sampai sekolah pagi-pagi dan menyalin tugas dari teman-teman saya.
Di awal semester dua, saya mulai berbaur dengan teman satu angkatan saya. Walaupun tidak semuanya, hanya beberapa orang saja. Dan saya dikenalkan dengan seorang wanita yang bisa di bilang menarik. Dia berkerudung, rajin shalat, pintar, tidak sombong dengan kekayaan yang orang tuanya punya, dan masih banyak hal yang membuat laki-laki menjadi tertarik dengan dia.
Begitu kenal, dengan ekstrimnya dia mengaku nge-fans dengan saya. Dan akan membuat perkumpulan yang akan dia ketuain, Khayal Fans Club. Sontak saya bingung. Dengan nada bercandanya dia bilang dia ingin jadi orang pertama yang nge-fans dengan saya. Hari-hari berjalan, saya dengan dia menjadi dekat. Hingga pada suatu saat dia menyatakan cintanya pada saya. Saya jadi bingung apa yang harus saya lakukan. Apakah saya harus menerima cintanya atau menolak cintanya.
Ada hal yang membuat saya bingung, yaitu saya sebenarnya lebih mencintai teman dia dari pada dirinya. Dia saya anggap sebagai sahabat yang akan selalu ada di saat saya suka dan duka. Tapi dia terus berjuang untuk mendapatkan saya, tidak hanya sekali dia menyatakan cintanya kepada saya.
Dan tiba pada suatu hari, saya menyatakan rasa cinta saya kepadanya. Dan dengan sedikit bingung bercampur senang dia menerima cinta saya.
Hari pertama saya menjadi pacar perempuan itu, saya ingin kenal lebih dalam tentang dia. Maka dari itu saya bertanya dengan teman-teman saya yang notabene teman-teman perempuan itu juga tentang karakter perempuan tersebut. Saya pun terheran-heran, karena pandangan teman-teman saya itu negatif tentang dia. Dia seperti perempuan bermuka dua, di saat bersama saya dia menjadi malaikat dan saat bersama teman-temannya yang tidak sepemikiran dengannya dia berubah menjadi iblis.
Hari kedua, perempuan itu saya dan teman saya pancing dengan sebuah pertanyaan dan jawabannya berbeda antara jawabannya ke saya dan ke teman saya itu. Saya jadi tidak percaya lagi dengan dia. Dia bisa memainkan dua peran yang berbeda, bisa di bilang bermuka dua.
Hari ketiga saya bulatkan tekat saya untuk menyudahi hubungan yang terbilang singkat ini. Mulanya dia tidak terima, dan mengeluarkan dalih2 yang dimaksudkan untuk membuat saya mencabut omongannya. Dia sempat menawarkan beberapa opsi seperti "lebih baik kita putus dan tidak saling mengenal lagi" dan "kita instrokpeksi diri dulu terus kita lanjutkan hubungan ini". Karena saya merasa dipermainkan olehnya maka saya pilih opsi pertama yaitu "lebih baik kita putus dan tidak saling mengenal lagi".
Semenjak itu saya terus berpikir, beginilah perempuan. Lebih baik di khayal daripada dibawa ke dunia nyata.
Cerita Khayal
Khayal...
apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata khayalan?
ada yang berpikir pemalas, orang sukses atau yang lainnya
Tetapi saya bukan orang yang suka berkhayal, tidak sesuai nama saya khayal.
Hari ini merupakan hari pertama saya masuk kuliah. Di hari pertama ini saya dikejutkan dengan masuknya seorang dosen yang tiba-tiba dia memberikan kami tugas. Mungkin mahasiswa/i lain biasa saja dan terlihat mudah mengerjakan tugas itu, berbeda dengan saya yang tidak bisa sama sekali mengerjakan itu. Tugasnya adalah mengarang tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti. Sial, setalah di pikir-pikir untuk apa saya mengarang itu, masuk kuliah saja masih baru hari ini tetapi kenapa harus memikirkan apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah nanti.
Akhirnya dengan susah payah saya mengerjakan, dan hasilnya nihil. Hanya satu kalimat yang saya tulis, yaitu "Setelah saya lulus maka saya akan mendapatkan gelar Ahli Madya". Otak saya mulai berpikir, jika ini saya berikan ke dosen saya maka nama saya akan dikenal oleh dosen itu. Dan saya akan di "cecer" oleh terus menerus. Saya dengan sikap sok kenal langsung meminjam tulisan teman sebelah saya, dan menyalinnya. Saya tidak menyalin sama persis, sedikit dibedakan.
Setelah tugas itu di kumpulkan, maka mata kuliah itu juga ikut berakhir. Saya sangat senang karena pertemuan dengan dosen itu sudah berakhir.
apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata khayalan?
ada yang berpikir pemalas, orang sukses atau yang lainnya
Tetapi saya bukan orang yang suka berkhayal, tidak sesuai nama saya khayal.
Hari ini merupakan hari pertama saya masuk kuliah. Di hari pertama ini saya dikejutkan dengan masuknya seorang dosen yang tiba-tiba dia memberikan kami tugas. Mungkin mahasiswa/i lain biasa saja dan terlihat mudah mengerjakan tugas itu, berbeda dengan saya yang tidak bisa sama sekali mengerjakan itu. Tugasnya adalah mengarang tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti. Sial, setalah di pikir-pikir untuk apa saya mengarang itu, masuk kuliah saja masih baru hari ini tetapi kenapa harus memikirkan apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah nanti.
Akhirnya dengan susah payah saya mengerjakan, dan hasilnya nihil. Hanya satu kalimat yang saya tulis, yaitu "Setelah saya lulus maka saya akan mendapatkan gelar Ahli Madya". Otak saya mulai berpikir, jika ini saya berikan ke dosen saya maka nama saya akan dikenal oleh dosen itu. Dan saya akan di "cecer" oleh terus menerus. Saya dengan sikap sok kenal langsung meminjam tulisan teman sebelah saya, dan menyalinnya. Saya tidak menyalin sama persis, sedikit dibedakan.
Setelah tugas itu di kumpulkan, maka mata kuliah itu juga ikut berakhir. Saya sangat senang karena pertemuan dengan dosen itu sudah berakhir.
Sabtu, 02 Januari 2010
menuju sebuah kesuksesan
Kenapa bisa menjadi sebuah kesuksesan?
Itu merupakan sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh manusia terutama manusia seperti penulis. Karena yang penulis kira, kesuksesan merupakan sebuah takdir yang akan dengan mudah dilalui dan sudah ada di garis tangannya masing-masing.
Tetapi ternyata kesuksesan itu terjadi karena adanya sebuah dorongan yang bertubi-tubi yang membuat kita menjadi kuat. Kesuksesan yang diraih dengan penuh perjuangan dan di mulai dari 0 (baca: nol) akan membuat kita menjadi seorang yang sukses dengan mendapatkan dukungan dari setiap orang bahkan dari seorang yang derajatnya paling bawah. Hal itu bisa terjadi karena, di dalam kesuksesan itu kita belajar mengerti semua orang-orang yang ada. Bukannya kita mengerti orang-orang yang membantu kita dalam mencapai kesuksesan saja tetapi juga orang-orang yang mendukung kita mencapai sebuah kesuksesan.
Penulis membedakan antara orang yang membantu dengan yang mendukung itu karena memang pada kodratnya sudah berbeda. Orang yang membantu itu merupakan orang yang benar-benar membantu secara langsung seseorang dalam mencapai sebuah kesuksesan dan dapat dilihat hasilnya, sedangkan orang yang mendukung itu orang yang membantu tapi tidak secara langsung seperti orang yang mendoakannya, orang kecil yang tidak begitu terlihat kerjanya (padahal jika tidak ada dia kesuksesan kita tidak akan sempurna).
Kesuksesan juga bisa di dapat dari langkah seseorang yang penuh dengan lika-liku, seperti dia yang dilanda badai secara terus menerus (tidak kenal berhenti). Penulis yakin orang yang seperti itu akan memperoleh kesuksesan dengan sempurna.
Terakhir, arti kesuksesan yang sempurna menurut penulis adalah sebuah kesuksesan yang tidak melupakan saat-saat orang tersebut sedang berada dalam ketidaksuksesan. Karena jika orang tersebut bisa mengingat itu, orang tersebut tidak akan melupakan jasa orang-orang yang sudah membuatnya sukses (baik itu yang membantu dan yang mendukung) dan akan meraih kesuksesan yang abadi.
Maka dari itu, penulis pernah membaca sebuah kalimat yang kurang lebih maksud dari kalimat tersebut adalah seperti ini, "seorang kakek yang sukses akan meneruskan kesuksesannya pada anaknya dan anak kakek tersebut akan meneruskan kesuksesannya pada cucu kakek tersebut, tetapi cucu kakek tersebut akan menghancurkan kesuksesan kakeknya sendiri". Hal ini terjadi karena sang cucu tidak tahu orang-orang yang membantu apalagi orang-orang yang mendukung kesuksesan kakeknya.
Untuk itulah, jangan berbangga hati atas kesuksesan yang telah di capai secara instant tetapi berbangga hatilah atas kesuksesan yang dicapai secara sempurna.
Itu merupakan sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh manusia terutama manusia seperti penulis. Karena yang penulis kira, kesuksesan merupakan sebuah takdir yang akan dengan mudah dilalui dan sudah ada di garis tangannya masing-masing.
Tetapi ternyata kesuksesan itu terjadi karena adanya sebuah dorongan yang bertubi-tubi yang membuat kita menjadi kuat. Kesuksesan yang diraih dengan penuh perjuangan dan di mulai dari 0 (baca: nol) akan membuat kita menjadi seorang yang sukses dengan mendapatkan dukungan dari setiap orang bahkan dari seorang yang derajatnya paling bawah. Hal itu bisa terjadi karena, di dalam kesuksesan itu kita belajar mengerti semua orang-orang yang ada. Bukannya kita mengerti orang-orang yang membantu kita dalam mencapai kesuksesan saja tetapi juga orang-orang yang mendukung kita mencapai sebuah kesuksesan.
Penulis membedakan antara orang yang membantu dengan yang mendukung itu karena memang pada kodratnya sudah berbeda. Orang yang membantu itu merupakan orang yang benar-benar membantu secara langsung seseorang dalam mencapai sebuah kesuksesan dan dapat dilihat hasilnya, sedangkan orang yang mendukung itu orang yang membantu tapi tidak secara langsung seperti orang yang mendoakannya, orang kecil yang tidak begitu terlihat kerjanya (padahal jika tidak ada dia kesuksesan kita tidak akan sempurna).
Kesuksesan juga bisa di dapat dari langkah seseorang yang penuh dengan lika-liku, seperti dia yang dilanda badai secara terus menerus (tidak kenal berhenti). Penulis yakin orang yang seperti itu akan memperoleh kesuksesan dengan sempurna.
Terakhir, arti kesuksesan yang sempurna menurut penulis adalah sebuah kesuksesan yang tidak melupakan saat-saat orang tersebut sedang berada dalam ketidaksuksesan. Karena jika orang tersebut bisa mengingat itu, orang tersebut tidak akan melupakan jasa orang-orang yang sudah membuatnya sukses (baik itu yang membantu dan yang mendukung) dan akan meraih kesuksesan yang abadi.
Maka dari itu, penulis pernah membaca sebuah kalimat yang kurang lebih maksud dari kalimat tersebut adalah seperti ini, "seorang kakek yang sukses akan meneruskan kesuksesannya pada anaknya dan anak kakek tersebut akan meneruskan kesuksesannya pada cucu kakek tersebut, tetapi cucu kakek tersebut akan menghancurkan kesuksesan kakeknya sendiri". Hal ini terjadi karena sang cucu tidak tahu orang-orang yang membantu apalagi orang-orang yang mendukung kesuksesan kakeknya.
Untuk itulah, jangan berbangga hati atas kesuksesan yang telah di capai secara instant tetapi berbangga hatilah atas kesuksesan yang dicapai secara sempurna.
pasca sebuah Expo
Pertama penulis meminta maaf karena baru sekarang ini bisa membuat review tentang hal-hal yang terjadi pasca sebuah Expo yang di alami penulis.
Hal pertama yang penulis dapatkan dari acara tersebut adalah terlihatnya karakter semua orang yang selama ini hanyalah palsu belaka. Dia yang selama ini care dengan semuanya tiba-tiba saja menjadi pembunuh berdarah dingin yang akan membantai sekelompok minoritas. Dia bisa berubah mungkin karena beberapa hal yaitu bisa karena keinginan sendiri, bisa karena dia menjadi seorang kacung cinta, bisa juga dia ingin menjadi pahlawan di pandangan kaum mayoritas dan masih banyak kemungkinana yang lainnya.
Ternyata ego dan sifat asli seseorang bisa diketahui jika seseorang ditekan itu adalah BENAR, bukan saat orang itu selalu bersama. Jika orang itu hanya bersama-sama dengan kita, dia masih bisa menutup sifat aslinya tetepi jika seseorang tersebut diberikan sebuah tekanan yang berat maka ego dan sifat akan keluar dengan sendirinya. Begitulah yang penulis tangkap dari perkataan seorang yang dipandang sebelah mata tetapi memiliki kelebihan yang tidak diperkirakan oleh orang lain.
Dan pada akhirnya yang benar akan sukses dan yang licik akan mengalami kerugian.
Hal pertama yang penulis dapatkan dari acara tersebut adalah terlihatnya karakter semua orang yang selama ini hanyalah palsu belaka. Dia yang selama ini care dengan semuanya tiba-tiba saja menjadi pembunuh berdarah dingin yang akan membantai sekelompok minoritas. Dia bisa berubah mungkin karena beberapa hal yaitu bisa karena keinginan sendiri, bisa karena dia menjadi seorang kacung cinta, bisa juga dia ingin menjadi pahlawan di pandangan kaum mayoritas dan masih banyak kemungkinana yang lainnya.
Ternyata ego dan sifat asli seseorang bisa diketahui jika seseorang ditekan itu adalah BENAR, bukan saat orang itu selalu bersama. Jika orang itu hanya bersama-sama dengan kita, dia masih bisa menutup sifat aslinya tetepi jika seseorang tersebut diberikan sebuah tekanan yang berat maka ego dan sifat akan keluar dengan sendirinya. Begitulah yang penulis tangkap dari perkataan seorang yang dipandang sebelah mata tetapi memiliki kelebihan yang tidak diperkirakan oleh orang lain.
Dan pada akhirnya yang benar akan sukses dan yang licik akan mengalami kerugian.
Langganan:
Postingan (Atom)