Kenapa bisa menjadi sebuah kesuksesan?
Itu merupakan sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh manusia terutama manusia seperti penulis. Karena yang penulis kira, kesuksesan merupakan sebuah takdir yang akan dengan mudah dilalui dan sudah ada di garis tangannya masing-masing.
Tetapi ternyata kesuksesan itu terjadi karena adanya sebuah dorongan yang bertubi-tubi yang membuat kita menjadi kuat. Kesuksesan yang diraih dengan penuh perjuangan dan di mulai dari 0 (baca: nol) akan membuat kita menjadi seorang yang sukses dengan mendapatkan dukungan dari setiap orang bahkan dari seorang yang derajatnya paling bawah. Hal itu bisa terjadi karena, di dalam kesuksesan itu kita belajar mengerti semua orang-orang yang ada. Bukannya kita mengerti orang-orang yang membantu kita dalam mencapai kesuksesan saja tetapi juga orang-orang yang mendukung kita mencapai sebuah kesuksesan.
Penulis membedakan antara orang yang membantu dengan yang mendukung itu karena memang pada kodratnya sudah berbeda. Orang yang membantu itu merupakan orang yang benar-benar membantu secara langsung seseorang dalam mencapai sebuah kesuksesan dan dapat dilihat hasilnya, sedangkan orang yang mendukung itu orang yang membantu tapi tidak secara langsung seperti orang yang mendoakannya, orang kecil yang tidak begitu terlihat kerjanya (padahal jika tidak ada dia kesuksesan kita tidak akan sempurna).
Kesuksesan juga bisa di dapat dari langkah seseorang yang penuh dengan lika-liku, seperti dia yang dilanda badai secara terus menerus (tidak kenal berhenti). Penulis yakin orang yang seperti itu akan memperoleh kesuksesan dengan sempurna.
Terakhir, arti kesuksesan yang sempurna menurut penulis adalah sebuah kesuksesan yang tidak melupakan saat-saat orang tersebut sedang berada dalam ketidaksuksesan. Karena jika orang tersebut bisa mengingat itu, orang tersebut tidak akan melupakan jasa orang-orang yang sudah membuatnya sukses (baik itu yang membantu dan yang mendukung) dan akan meraih kesuksesan yang abadi.
Maka dari itu, penulis pernah membaca sebuah kalimat yang kurang lebih maksud dari kalimat tersebut adalah seperti ini, "seorang kakek yang sukses akan meneruskan kesuksesannya pada anaknya dan anak kakek tersebut akan meneruskan kesuksesannya pada cucu kakek tersebut, tetapi cucu kakek tersebut akan menghancurkan kesuksesan kakeknya sendiri". Hal ini terjadi karena sang cucu tidak tahu orang-orang yang membantu apalagi orang-orang yang mendukung kesuksesan kakeknya.
Untuk itulah, jangan berbangga hati atas kesuksesan yang telah di capai secara instant tetapi berbangga hatilah atas kesuksesan yang dicapai secara sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar