Jakarta Fair 2013 telah opening. Saya kembali diberikan tugas. Itu diluar tugas saya memasang backdrop-backdrop. Sebelum melanjutkan apa tugas yang diberikan kepada saya, saya ingin memberikan sebuah kalimat yang terlontar dari mulut rekan saya. Dia berkata,"Lo tuh salah tempat duduk, gue pernah duduk disitu dan memang sering dikasih kerjaan apalagi yang dadakan. Jadi lo sabar-sabar aja ya". Thanks dude for your information, I will die.
Berlanjut kembali ke jalurnya. Saya diberikan tugas untuk memasang di event RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Intiland 2013 di Intiland Tower. Sebelum pemasangan saya sempat survey tempat bersama Pak Nardi (seorang subkon Kayu terbaik yang menjadi langganan kantor saya). Selain itu saya juga sempat bertemu dengan pihak Intiland bersama seorang Project Executive (lebih dikenal dengan nama marketing). PE tersebut ternyata adalah teman saya kuliah, walaupun kami tidak begitu akrab di kampus tetapi di dunia kerja ini saya mencoba mengakrabkan diri. Singkat cerita project ini di jalani dengan seorang PC (Project Coordinator) yang masih bau kencur berduet PE yang masih baru. Sebuah duet yang sangat salah menurut saya, karena tidak ada yang bisa mengajarkan disitu. Lucu memang tetapi itu membuat saya stres.
Disaat produksi berjalan, manager grafik meminta ukuran-ukuran panel-panel yang terproduksi agar tidak terjadi kesalahan di lapangan. Saya meminta Pak Nardi untuk mengeset panel-panel tersebut di workshop. Andre (selaku tim grafik yang ditunjuk untuk mengerjakan project ini) dan saya mengukur pastinya panel-panel tersebut.
Malam pemasangan pun tiba. Saya tiba di Intiland Tower bersama tim kayu (dari subkon Pak Nardi), tim cat (harian kantor saya), tim listrik (harian kantor saya juga) dan tim akrilik (harian kantor saya juga). Setelah tiba saya langsung menuju security office untuk lapor perihal pemasangan di lobby gedung tersebut. Dan yang terjadi adalah larangan. Yes, saya yang masih bau kencur sudah dibuat stres pada project ini. Saya langsung menelpon manager saya dan memberitahukan masalah yang terjadi. Kemudian saya menelpon PE saya. Saya tidak bisa melakukan pemasangan karena dari pihak gedung memberitahu bahwa akan ada acara sebelumnya. Ternyata ada missed communication dari pihak internal, saya lega tetapi tetap stres karena merasa rugi waktu. Setelah negosiasi akhirnya saya bisa memasang di bagian lobby saja (seharusnya saya memasang di lobby dan sebuah ruangan di gedung tersebut). Jam terus berjalan dan akhirnya pun konstruksi jadi pada malam itu. Konstruksi kayu, listrik dan akrilik telah terpasang sempurna dan diperindah dengan cat yang menutup semua lapisan.
Beberapa hari kemudian PE saya memberitahu bahwa counter harus diantar malam ini. Damn, kenapa harus dadakan seperti ini. Akhirnya saya langsung memberitahu pihak produksi untuk meminta SDM. Pada malamnya pun saya bersama tim kayu mengantarkan counter yang akan digunakan.
Beberapa hari kemudian PE saya kembali memberitahukan lagi bahwa dari pihak Intiland ingin melihat semua stiker terpasang. Saya langsung berkoordinasi dengan pihak grafik untuk meminta SDM dan materi agar malam harinya sudah siap pasang. Malam itu pun saya bersama tim grafik mulai memasangnya.
Beberapa hari kemudian PE saya kembali memberitahukan lagi untuk melakukan pengesetan pada ruangan yang akan digunakan RUPS tersebut. Saya, tim kayu (subkon Pak Nardi), tim cat (harian kantor saya), tim listrik (harian kantor saya juga) dan tim akrilik (harian kantor saya juga) mulai bekerja kembali pada malam itu. Dan malam itu pun selesai semua, setelah ditambah tim grafik yang juga datang.
Selang 1 hari dari pemasangan saya diberi kabar untuk membongkarnya, dan ternyata yang dibongkar hanya yang diruangan saja. Saya siapkan tim untuk yang membongkarnya. Dan malam itu pun saya melakukan pembongkaran backdrop, panggung dan counter yang terdapat di ruangan tersebut.
Selang beberapa hari, PE saya mengabari bahwa counter juga minta di take out. Setelah saya meminta SDM dari divisi produksi, ternyata subkon kayu saya tidak bisa dan digantikan oleh tim kayu harian kantor saya.
Selang minggu, atau sekitar satu bulan dari tanggal pengesetan, PE saya mengabari bahwa semua yang ada di Intiland Tower minta di bongkar. Semua itu bukan berarti semua ya, tetapi semua pekerjaan yang kantor saya kerjakan. Tim subkon Pak Nardi berhalangan dan digantikan kembali oleh tim kayu harian kantor saya untuk membongkarnya. Malam itu pun selesai bongkar semuanya.
Ini merupakan project pertama yang saya lakukan, mulai dari briefing ke produksi sampai eksekusi di lapangan. Dan ini merupakan project yang panjang, mengingat terjadi 4 kali move in dan 3 kali dismantling. Sungguh hebat service yang diberikan kantor saya tersebut sehingga bisa berulang kali seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar