Selasa, 15 Juli 2014

Stand Contractor...Case 1

3 Juni 2013. Merupakan hari pertama saya memasuki pekerjaan baru. Pekerjaan yang terhitung jauh dari apa yang telah saya pelajari di bangku perguruan tinggi. Interior Design, Arsitektur, Sipil; merekalah yang sekarang dekat dengan saya, walaupun masih berhubungan dengan dunia MICE (Meeting Incentive Convention Exhibition) yaitu sebagai stand contractor (supporting industry-nya dalam dunia MICE). Semua ini bagaikan sebuah impian yang akhirnya tercapai.

Langsung pada pembahasan awal saja, project pertama yang saya dapat adalah pada event Jakarta Fair 2013 itu dikarenakan pada saat hari pertama saya memasuki kantor tersebut sedang move in Jakarta Fair 2013. Saya mendapatkan tugas untuk memasang Gudang Telkomsel yang letaknya di Ruang A25 Pasar Gambir, walaupun hanya tinggal jalan saja tetapi saya senang sekali. Disitu saya bertemu dengan sub-kontraktor (subkon) bernama Toto. Dia ternyata adalah mantan pekerja harian divisi sistem di kantor saya ini. Bersama dia saya diajarkan menggunakan milimeter blok. Lucu memang, di kala yang lain sudah familiar dengan itu tetapi saya malah merasa "wah" dengan itu. Dalam hati saya berkata, "Cita-cita saya menjadi arsitektur, walaupun itu hanya arsitek-arsitekan, telah tercapai". Dan mas Toto pun mulai menggambarkan pola gudang yang akan dia bangun. Selesai menggambar lalu saya tunjukkan kepada klien, dan dia setuju. Mulai lah mas Toto membangun gudang itu. Masalah yang terdapat pada pekerjaan tersebut adalah kurangnya beam (beam section) ukuran 31cm sebanyak 2 batang serta partisinya yang berukuran 236x32.4 sebanyak 1 lembar. Saya pun akhirnya order ke workshop akan kekurangannya. Waktu terus berjalan saya masih setia menunggu kiriman datang, hingga pada saatnya pesanan saya pun datang dan segera dipasang oleh mas Toto. Selesai pekerjaannya membangun gudang itu, mas Toto pun pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.

Tiba-tiba saya diberi pekerjaan mendadak lagi. Ternyata ada stand improve di Hall B, yaitu stand PD Pasar Jaya. Stand dengan tambahan panel kayu, credenza serta showcase dari sistem R8, stiker dan TV (awalnya menggunakan breket dinding) saja. Setelah briefing dan diberi arahan oleh pak Bagio (spv produksi kayu dan besi di kantor saya), saya pun di bekali cantolan yang katanya untuk dipasang di panel kayu yang akan dipasang nanti. Hari esoknya stand pun mulai dikerjakan, credenza mulai dikerjakan oleh tim sistem kantor saya yang diketuai oleh pak Sriyanto serta listrik oleh pak topo. Selesai credenza mulai pemasangan panel kayu dan selanjutnya stiker-stiker. Dan disini pun terdapat masalah, TV yang seharusnya menggunakan breket dinding ternyata tidak bisa dipasang dikarenakan hanya menggunakan triplek 4mm ditambah pembuatan partisinya sembarangan (jarak tembak pakunya terlalu jarang) sehingga terlalu resiko untuk dipasang. Setelah bernegosiasi akhirnya diputuskan untuk menggunakan standing TV dan standingnya di bungkus kain hitam.

Bersyukur sudah saya ketika semua pekerjaan yang diberikan kepada saya telah berjalan dengan baik. Tetapi dibalik itu ternyata saya terpaksa pulang pergi ke kantor terbilang sadis. Mengapa sadis, karena saya pernah pulang jam 04.00 dan harus tiba di kantor sebelum jam 08.30, begitu yang saya alami mulai dari hari kedua kerja sampai opening Jakarta Fair 2013. Dikala itu saya masih menggunakan mobil, untuk menghidari macet saya berangkat jam 06.00 kurang. Lucunya disitu saya sudah merasa susah payah, tetapi ternyata kedepannya saya lebih gila.

Memang tidak jelas tulisan ini, karena hanya untuk saya saja yang mengerti. Terima kasih.

Tidak ada komentar: